Cara Menghilangkan Bekas Jerawat yang Bopeng

Meski kesannya sepele, bekas jerawat di kulit sering kali membuat orang kehilangan kepercayaan diri dan membuatnya minder saat wawancara kerja atau bersosialisasi. Jika ini terjadi pada Anda, ketahuilah bahwa Anda punya pilihan, karena ada beberapa cara menghilangkan bekas jerawat, baik yang lewat prosedur bedah maupun yang tidak.

Yang mana perawatan yang cocok untuk Anda tergantung pada situasi dan kondisi Anda. Sebelum menentukan pilihan mana yang akan Anda ambil, bicarakan dulu dengan dokter atau dermatologis Anda.

Berbagai metode dan cara menghilangkan bekas jerawat

1. Makeup

Jika bekas jerawat Anda hanya berupa “noda” atau warna yang berbeda, Anda dapat menutupinya dengan makeup. Gunakan kuas makeup dan foundation atau concealer yang sesuai dengan warna kulit Anda. Ini adalah cara termudah menutupi bekas jerawat, flek, dan semua tanda di kulit yang warnanya tak sama dengan kulit Anda.

2. Dermal fillers

Dermal filler adalah pilihan nonbedah karena cukup disuntikkan saja ke kulit. Ada sejumlah produk dermal fillers yang dibuat khusus untuk perbaikan kulit. Beberapa produk ini bersifat sintetis, beberapa lainnya terbuat dari sapi atau babi. Beberapa juga terbuat dari sel kadaver yang disterilkan. Pilihan lainnya adalah untuk mengambil lemak pasien dari bagian tubuh lain, dan diinjeksikan ke bekas luka.

Dermal fillers dapat mengembalikan kekenyalan pipi, memuluskan keriput dan lipatan, serta menebalkan bibir. Namun, dermal fillers juga digunakan untuk memperbaiki bekas luka. Kekurangannya adalah, fillers ini tidak akan mengenyalkan kulit yang sudah sangat kendur, dan filler lama-lama akan diserap oleh tubuh dan menghilang. Setelah prosedur, Anda juga akan mengalami memar dan terkadang pembengkakan. Infeksi, penggumpalan darah, reaksi alergi, dan sebagainya, adalah jenis risiko lain dari prosedur ini.

3. Dermabrasi

Dermabrasi adalah teknik “mengikis” permukaan kulit untuk menghilangkan bekas jerawat, flek hitam, dan gangguan lain. Prosedur ini dilakukan oleh dermatologis atau dokter bedah plastik, namun tanpa rawat inap.

Permukaan kulit teratas akan dibuang, menghasilkan kulit wajah yang merah dan terasa panas. Kulit yang merah ini akan membentuk semacam kerak pada masa penyembuhan. Namun dalam 1-2 minggu, kulit akan menjadi mulus dan merona pink.

Jika kulit Anda dipenuhi bekas jerawat bolong-bolong, biasanya dermabrasi dikombinasikan dengan prosedur pengangkatan kulit yang dinamakan “punch grafts.” Dermal fillers juga bisa digunakan bersamaan.

Dermabrasi memiliki beberapa risiko, di antaranya:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Jaringan bekas luka yang tumbuh terlalu tebal
  • Pigmentasi yang muncul di kulit menjadi terlalu terang atau terlalu gelap

Mikrodermabrasi adalah jenis dermabrasi yang lebih ringan, namun memerlukan beberapa kali prosedur berulang dan menghasilkan efek yang tidak terlalu dramatis.

4. Chemical peel

Cara lain untuk “mengikis” lapisan teratas kulit adalah dengan mengaplikasikan iritan berbahan kimia. Chemical peel adalah teknik yang tak seagresif dermabrasi, namun efeknya tidak sebagus dermabrasi dan juga tidak bertahan lama. Risiko prosedur ini mirip dengan dermabrasi.

Chemical peel harus dilakukan oleh dermatologis atau tenaga medis berlisensi, dan setelahnya Anda harus menjalani perawatan post-peel di rumah, yang akan diarahkan oleh dermatologis Anda.

5. Laser resurfacing

Laser resurfacing adalah salah satu cara memperbaiki kulit yang bolong-bolong. Laser bedah akan digunakan untuk menargetkan area spesifik pada kulit agar “naik” dan rata kembali. Laser yang paling sering dilakukan adalah laser karbondioksida dan laser erbium. Laser ini juga dapat digunakan untuk menghapus tattoo dan membersihkan kulit dari bulu. Laser juga dapat menghilangkan spider veins alias urat-urat yang terlihat jelas dan merah di pipi atau dekat hidung.

Namun pengobatan laser ini biasanya kurang cocok untuk orang dengan kulit gelap. Prosedur ini memiliki risiko yang sama seperti dermabrasi, namun juga ada risiko cedera mata yang tak disengaja jika laser mengarah ke mata saat prosedur.

Kesimpulan

Masing-masing kondisi kulit membutuhkan perawatan yang berbeda-beda, dan tak semua cara menghilangkan bekas jerawat ini cocok untuk semua pasien. Hampir semua perawatan memiliki efek samping, sehingga perlu Anda bandingkan apakah manfaat perawatan ini lebih besar bagi Anda dibanding risikonya. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan sesuatu pada bekas jerawat Anda, bicarakan dulu pada dokter atau dermatologis sebelum membuat keputusan.

The post Cara Menghilangkan Bekas Jerawat yang Bopeng appeared first on Hello Sehat.



http://ift.tt/eA8V8J

from Hello Sehat http://ift.tt/2ki65cy
via Obat Penumbuh Rambut