Perut Masih Besar Setelah Melahirkan? Jangan-Jangan Diastasis Recti

Tubuh rasanya tak henti-hentinya mengejutkan Anda selama kehamilan. Dari keinginan yang amat sangat untuk memakan makanan tertentu yang pada beberapa kasus ‘unik’, rasa sakit yang timbul pada bagian punggung, berubahnya warna kulit, hingga mungkin Anda masih tak habis pikir tubuh Anda akan melebar sedemikian rupa demi menampung si jabang bayi. Pelebaran tubuh ini ternyata mampu memicu kondisi diastasis recti. Satu dari tiga kehamilan berdampak diastasis recti dan bahkan si ibu tak menyadari bahwa ia sedang mengalaminya. Apa itu diastasis recti? Berikut penjelasannya.

Apa itu diastasis recti?

Diastasis recti adalah kondisi di mana otot-otot pada perut Anda mengalami pemisahan yang disebabkan oleh tekanan yang terjadi dalam perut. Tekanan ini sering kali dilakukan oleh rahim, seiring dengan perkembangan janin Anda, dibantu juga oleh hormon kehamilan dengan cara menenangkan dan melembutkan jaringan-jaringan penghubung (linea alba) yang terdapat di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, tekanan rahim ini akan semakin kuat dan menyebabkan otot-otot sixpack (sisi kanan dan sisi kiri rektus abdominis) melebar dan menghasilkan jarak di antaranya. Kondisi ini dapat terjadi pada trimester ketiga maupun setelah persalinan.

Setelah Anda melahirkan, hormon dalam tubuh Anda kembali ke kondisi sebelum hamil, namun jaringan pada perut Anda telah kehilangan elastisitasnya. Jika Anda mengalami diastasis recti, perut Anda tak lagi punya kemampuan untuk kembali pada posisinya semula, dikarenakan pelebaran yang berlebihan selama kehamilan.

Apa saja ciri dan gejala diastasis recti?

Gejala yang paling sering dirasakan saat Anda mengalami pembesaran perut ini adalah perasaan adanya pembengkakan atau membesarnya jarak pada garis tengah perut Anda. Gejala lain yang mengikuti adalah rasa nyeri pada punggung bagian bawah, rasa sakit pada bagian panggul, serta batuk atau bersin yang diikuti oleh keluarnya urin.

Apa faktor yang bisa jadi penyebab diastasis recti?

Diyakini 70 persen ibu hamil pasti mengalami pembesaran perut ini dengan derajat keparahan yang beraneka ragam. Terjadinya pembesaran perut ini didukung oleh beragam faktor yang memicu risiko Anda mengalami diastasis rekti, baik sebelum Anda hamil maupun setelah Anda hamil, di antaranya:

Sebelum Anda hamil

Anda akan meningkatkan peluang Anda mengalami pembesaran perut ini, bila:

  • Anda memiliki riwayat kehamilan dengan diaktasis recti sebelumnya
  • kegemukan
  • sudah beberapa kali hamil 
  • memiliki otot perut yang lemah

Saat Anda hamil

Sedangkan saat Anda mengandung, Anda dapat berisiko mengalami diastasis recti bila:

  • Anda sering kali melakukan aktivitas fisik yang salah seperti sit-up, push-up, dan kegiatan lain yang menyertakan tangan, lutut dan otot perut Anda
  • memiliki jarak kehamilan yang dekat
  • mengandung bayi kembar

Apa dampak diastasis recti?

Diastasi recti tentu mengakibatkan perut Anda jadi terlihat buncit atau lebih maju meski Anda sudah tidak hamil lagi. Komplikasi lebih lanjut dari pembesaran perut ini dapat memicu terjadinya hernia.

Sebagian besar ibu tak menyadari bahwa dirinya mengalami diastasis recti serta mereka juga tak menemukan aktivitas yang dapat mengecilkan perut buncit mereka itu. Aktivitas fisik yang salah saat diastasis recti justru dapat menyebabkan Anda berpeluang mengalami cedera.

Bagaimana cara mengatasi diastasis recti?

Beberapa terapi fisik dan gerakan yoga dapat membantu memperbaiki kondisi perut. Namun sebaiknya akivitas fisik yang Anda lakukan tersebut telah lebih dulu Anda diskusikan dengan dokter Anda dan dilakukan setelah Anda bersalin. Pada kondisi yang parah, tindakan medis operasi dapat dilakukan dengan memindahkan kulit yang berlebih, namun tidakan ini hanya direkomendasikan bagi Anda yang tak lagi berencana untuk memperbanyak keturunan.

Semoga berhasil!

The post Perut Masih Besar Setelah Melahirkan? Jangan-Jangan Diastasis Recti appeared first on Hello Sehat.



http://ift.tt/eA8V8J

from Hello Sehat http://ift.tt/2kvDDRh
via Obat Penumbuh Rambut