Apakah Boleh Minum Minuman Energi Saat Hamil?

Hamil mungkin membuat Anda merasa cepat lelah dan cepat haus. Hal ini mungkin membuat Anda ingin minum minuman energi saat hamil agar membuat tubuh Anda lebih segar. Namun, jangan sembarangan minum minuman energi saat hamil. Minuman ini mungkin menyebabkan risiko yang lebih besar dibandingkan dengan manfaat yang dapat Anda terima.

Minum minuman energi saat hamil bisa membawa dampak buruk

Minum minuman energi biasanya mengandung kalori yang tinggi, gula yang tinggi, kafein, dan juga natrium. Keempat hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi Anda jika masuk ke tubuh Anda dalam jumlah berlebihan. Ibu hamil sebenarnya juga tidak membutuhkan minuman energi saat hamil. Jadi, lebih baik Anda menghindarinya. Daripada minum minuman energi saat hamil, lebih baik Anda memperbanyak minum air putih dan sesekali Anda juga bisa minum air kelapa untuk mengurangi kelelahan saat kehamilan.

Berikut ini merupakan dampak buruk minuman energi saat hamil.

Kalori dalam minuman energi

Ibu hamil memang membutuhkan banyak asupan kalori saat hamil untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, kelebihan kalori yang didapatkan dari minuman energi juga tidak baik bagi ibu hamil. Hal ini justru dapat membuat ibu hamil kelebihan berat badan, sehingga meningkatkan risikonya untuk mengalami komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi. Daripada mendapatkan kalori tambahan dari minuman energi yang nol gizi, lebih baik ibu hamil mendapatkan kalori tambahan dari makanan bergizi.

Kafein dalam minuman energi

Minuman energi mengandung kafein hingga 242 mg per porsi. Ini merupakan jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi pada umumnya. Tentu ini bukan hal yang baik. Terlalu banyak kafein dalam tubuh ibu hamil dapat mengganggu pola tidur bayi dalam kandungan, bahkan dapat menyebabkan keterbatasan pertumbuhan bayi dan keguguran. Kafein dapat melewati plasenta bayi dan masuk ke dalam tubuh bayi. Padahal, tubuh bayi belum bisa sepenuhnya mencerna kafein.

Ibu hamil boleh mengonsumsi minuman berkafein, namun dalam jumlah sangat sedikit. Konsumsi minuman berkafein dibatasi hanya 150-300 mg per hari untuk ibu hamil. Menghindari minuman berkafein, seperti minuman energi saat hamil tentu lebih aman bagi ibu hamil dan janinnya.

Gula dalam minuman energi

Minuman energi juga mengandung kadar gula yang tinggi. Tambahan asupan gula ini tentu tidak baik. Walaupun ibu hamil membutuhkan banyak energi dari gula, namun gula tambahan hanya akan membuat ibu hamil mengalami kenaikan berat badan yang berlebih. Gula tambahan juga tidak baik bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional, di mana ia harus menjaga kadar gula darahnya. Minuman ini justru dapat membuat kondisi ibu hamil dengan diabetes gestasional bertambah buruk.

Natrium dalam minuman energi

Minuman energi mengandung natrium yang cukup banyak. Satu kaleng minuman energi biasanya mengandung lebih dari 300 mg natrium (jumlah yang cukup tinggi). Sementara, ibu hamil mungkin harus membatasi asupan natrium atau garamnya. Kelebihan asupan natrium dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh ibu, membuat kaki dan tangan ibu hamil mudah bengkak. Jadi, penting bagi Anda untuk mengurangi atau bahkan menghindari minum minuman energi saat hamil.

The post Apakah Boleh Minum Minuman Energi Saat Hamil? appeared first on Hello Sehat.



http://ift.tt/eA8V8J

from Hello Sehat http://ift.tt/2kBOAos
via Obat Penumbuh Rambut