Kanker payudara bisa terjadi karena beberapa hal, seperti genetik, hormon, dan kebiasaan yang menjadi gaya hidup. Ketika sembuh dari kanker payudara, dokter menyarankan untuk mengubah gaya hidup. Ya, terkadang kebiasaan buruk yang menjadi gaya hidup dapat memicu munculnya kanker. Makan makanan sehat dan berolahraga baik dilakukan untuk mencegah kenaikan berat badan, yang dapat memicu kanker payudara.
Kanker ini adalah kanker paling umum yang terjadi pada perempuan, setelah kanker kulit. Kanker payudara dapat dideteksi dengan cepat, Anda juga bisa merasakan tanda-tanda kemunculannya, sehingga Anda dapat mendapatkan perawatan dengan cepat. Lalu, kebiasaan apa saja yang dapat memicu kanker payudara?
Apa saja kebiasaan yang dapat memicu kanker payudara?
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang mungkin perlu Anda hindari sebab dapat memicu kanker payudara:
1. Pil KB
Estrogen pada pil kontrasepsi (KB) memang dapat mencegah kehamilan, namun pil KB ini dapat menstimulasi sel payudara. Dosis hormon yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terhadap kanker payudara. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada Cancer Research tahun 2014, yang dikutip Medical Daily, kontrasepsi yang diminum (seperti pil KB) oleh perempuan berumur 20 hingga 49 tahun dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Tapi, Anda tidak serta merta menjadi ragu untuk mengikuti program KB, ada kontrasepsi lainnya. Selain itu, pil KB tetap aman kalau dikonsumsi dengan dosis rendah sekitar 0,02 mg.
2. Banyak makan yang memicu berat badan
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal BMI Open, bahwa perempuan yang mengganti ukuran bajunya setiap 10 tahun sekali saat berumur 20-an hingga 60-an, berisiko terhadap kanker payudara sekitar 33% lebih tinggu. Ukuran rok atau celana yang bertambah menjadi tanda kenaikan berat badan. Naiknya berat badan dan lemak berlebih dikaitkan dengan kanker payudara. Lemak yang berlebihan akan berdampak pada produksi hormon yang mengganggu sel. Anda perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini:
- Berat badan naik ketika dewasa atau setelah berumur 18 tahun mengalami peningkatan risiko terhadap kanker payudara setelah menopause
- Kelebihan berat badan sebelum menopause mengurangi risiko kanker payudara setelah menopause
- Kelebihan berat badan setelah menopause justru berisiko kanker payudara
3. Meminum alkohol
Berdasarkan American Cancer Society, dua sampai lima gelas sehari dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Penelitian yang dipublikasikan The Journal of American Medical Association telah menguji kualitas, frekuensi, dan umur pada perempuan yang mengonsumsi alkohol dari tahun 1980 sampai 2008, hasilnya 5 hingga 10 gram alkohol sehari, atau sekitar 3 hingga 6 gelas seminggu dapat meningkatkan risiko kanker payudara sekitar 15%.
4. Makan tengah malam
Bagi Anda yang suka ngemil pada malam hari, berhati-hatilah. Menurut sebuah penelitian pada jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers, and Prevention menemukan makan malam lebih awal dapat mengurangi risiko kanker payudara. Glukosa yang tinggi dapat meningkatkan gula darah dan dapat memicu kanker payudara. Makan pada siang hari, glukosa yang masuk ke aliran darah masih dapat digunakan sebagai energi. Tapi pada malam hari, tingginya glukosa akan menetap, tidak diubah menjadi energi, sebab metabolisme pada malam hari melambat.
5. Jam kerja di malam hari
Jika Anda seorang perempuan yang memiliki pekerjaan dengan jam kerja bergantian alias shift, Anda perlu waspada. Tidak hanya jam tubuh Anda yang terganggu, Anda juga akan merasa cepat lelah dan kurang tidur. Dampak yang paling parah adalah Anda dapat berisiko terhadap kanker payudara.
Sebuah penelitian yang dikutip Medical Daily mengungkapkan bahwa perempuan yang memiliki jam kerja di malam hari lebih rentan terhadap kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang tidak bekerja pada malam hari. Para peneliti berasumsi hal ini disebabkan oleh hormon-hormon, salah satunya hormon melantonin, yang terganggu akibat jam tidur malam Anda berubah. Rendahnya hormon melantonin sering dijumpai pada pasien kanker payudara.
6. Merokok
Merokok memang dapat mengganggu kesehatan Anda. Merokok juga dapat meningkatkan risiko kanker payudra di usia muda dan pada perempuan premenopause. Selain itu, merokok memicu peningkatan risiko komplikasi saat pengobatan kanker payudara, seperti:
- Merusak paru-paru dari terapi radiasi
- Sulitnya penyembuhan pascaoperasi dan rekonstruksi payudara
- Tingginya risiko penggumpalan darah saat Anda sedang dalam terapi hormon
7. Pasif dan jarang beraktivitas fisik
Aktivitas fisik yang biasa dilakukan dapat membantu Anda mengurangi risiko kanker payudara. Anda perlu tetap aktif, apalagi setelah menopause. Ada banyak aktivitas fisik yang menjadi pilihan, seperti berjalan kaki, membersihkan rumah, bermain dengan anak-anak, atau berkebun. Aktivitas fisik yang kurang dapat dikaitkan dengan perubahan indeks massa tubuh. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, peningkatan berat badan dikaitkan dengan risiko terhadap kanker payudara.
The post 7 Kebiasaan yang Berisiko Memicu Kanker Payudara appeared first on Hello Sehat.
http://ift.tt/eA8V8J
from Hello Sehat http://ift.tt/2kJKYRd
via Obat Penumbuh Rambut