Marijuana, alias cannabis sativa, atau dikenal juga sebagai ganja, adalah tumbuhan yang memabukkan karena kandungan yang dimilikinya, tetrahydrocannabinol (THC). Suatu studi mengungkapkan bahwa 30 persen pengguna marijuana berpotensi mengalami ketergantungan. Orang yang mulai menggunakan ganja sebelum usia 18 tahun berpeluang hingga 4-7 kali lebih besar untuk mengalami ketergantungan. Ketergantungan akan semakin parah bila ganja dipakai setiap hari dan pengguna memiliki gangguan kesehatan mental. Dan meski penggunaan ganja dalam dunia kedokteran sudah makin umum, penyalahgunaan ganja tetap bisa memberi efek buruk pada tubuh. Baru-baru ini, peneliti juga menemukan efek ganja pada penglihatan penggunanya.
Efek ganja pada penglihatan
Suatu penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Thomas Schwitzer kepada 52 partisipan (dengan kisaran usia 18-35 tahun) mengungkapkan bahwa, konsumsi marijuana menyebabkan lebih lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menyalurkan informasi dari mata menuju otak.
Penelitian kemudian dilakukan kepada 28 partisipan yang telah menggunakan ganja minimal 7 kali dalam seminggu pada beberapa bulan sebelum penelitian berlangsung. Lalu dibandingkan dengan 24 partisipan sisanya yang tidak pernah menggunakan ganja sebelumnya.
Penelitian ini berfokus kepada sebuah sel pada mata yang berlokasi tak jauh dari permukaan dalam retina, yang bernama sel ganglion retina. Sel inilah yang memegang peranan dalam mengumpulkan informasi visual dari mata, sebelum akhirnya dialirkan menuju otak.
Dengan menggunakan elektroretinogram, suatu metode untuk menguji kualitas retina, hasil uji yang dilakukan menunjukkan bahwa partisipan yang menggunakan ganja ternyata membutuhkan waktu lebih lama (98,6 milidetik) dibandingkan dengan partisipan yang tidak pernah menggunakan ganja sebelumnya (88,4 milidetik) dalam mentransmisikan informasi dari mata menuju otak.
Sayangnya penelitian ini masih membutuhkan penelitian lanjutan lain dan memiliki beberapa keterbatasan pada variabel pengganggu dalam penelitiannya yang tidak dikendalikan.
Bagaimana mengatasi ketergantungan marijuana?
Saat Anda menggunakan marijuana, THC yang terkandung di dalamnya akan terserap masuk ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh hingga otak. THC lalu memicu otak Anda untuk melepaskan hormon dopamin, hormon inilah yang lalu memberi efek perasaan tenang dalam diri Anda. Namun konsumsi marijuana dalam dosis tinggi atau, dari tinggi tiba-tiba rendah, justru mampu menyebabkan Anda berhalusinasi hingga mudah merasa gelisah. Lain halnya dengan mengkonsumsi marijuana dalam bentuk uap (rokok). Efek yang ditimbulkan akan membuat Anda mudah merasa mual dan muntah.
Sayangnya masih kurang tersedianya pengobatan medis yang mampu mengatasi ketagihan ganja ini. Sampai saat ini, hanya perilaku diri sendiri dan lingkungan yang mendukung, terapi dan adanya motivasi dari dalam diri sendiri yang mampu menangani ketagihan akan ganja ini.
The post Ini Efek Ganja Pada Penglihatan Anda appeared first on Hello Sehat.
http://ift.tt/eA8V8J
from Hello Sehat http://ift.tt/2kpWyxE
via Obat Penumbuh Rambut