Pernah minum obat antibiotik amoxicillin? Antibiotik satu ini memang sering kali menjadi obat andalan dalam melawan infeksi bakteri. Amoxicillin, atau sering juga disebut amoxilin, tergolong ke dalam jenis antibiotik golongan penicillin. Antibiotik ini dikenal dapat mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti bronchitis, pneumonia, infeksi THT, infeksi kulit, dan infeksi saluran kencing. Walau manfaatnya yang luas membuat amoxicillin sering digunakan, tentu saja obat ini memiliki beberapa efek samping. Apa saja efek samping amoxicillin yang sering terjadi?
Daftar efek samping amoxicillin yang perlu Anda waspadai
1. Reaksi alergi
Amoxicillin dapat menimbulkan reaksi alergi ringan seperti kemerahan pada kulit, gatal, dan bentol. Reaksi alergi yang ringan biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus dan cukup diawasi agar tidak bertambah buruk. Jika gejala mengganggu, biasa dokter akan memberikan antihistamine dan kortikosteroid seperti hidrokortison.
Di sisi lain, amoxicillin juga dapat menimbulkan reaksi alergi yang berat seperti bengkak pada wajah, bibir, lidah, dan sesak napas. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala alergi berat, maka Anda harus segera mencari pertolongan medis. Perlu diingat, amoxicillin dapat menimbulkan alergi yang tidak muncul seketika, yang berarti, reaksi alergi masih dapat muncul, bahkan setelah Anda berhenti mengonsumsi antibiotik tersebut.
2. Masalah pernapasan
Sesak dapat menjadi salah satu tanda bahwa Anda mengalami alergi terhadap amoxicillin. Jika Anda mengalami kesulitan bernapas ringan, maka Anda dapat mencoba melakukan hal berikut:
- Bernapaslah melalui kedua belah bibir yang sedikit dirapatkan, ambil napas secara perlahan dan bernapaslah lebih dalam dari biasanya.
- Lakukan kegiatan dalam tempo yang lebih lambat, hindari terburu-buru melakukan sesuatu.
- Cobalah untuk tidak menahan napas.
- Duduklah di depan kipas.
Jika Anda mengetahui bahwa Anda alergi terhadap amoxicillin atau penicillin, beritahukan dokter Anda agar dokter dapat meresepkan obat lain untuk mencegah timbulnya rekasi alergi. Jika sesak Anda bertambah berat, segera cari pertolongan medis.
3. Diare
Diare merupakan efek samping yang umum dijumpai pada orang yang mengonsumsi amoxicillin. Untuk mencegahnya, Anda dapat meminum amoxicillin setelah makan. Hindari makanan yang dapat mengganggu pencernaan Anda, seperti produk susu atau makanan tinggi serat.
Jika Anda mengalami diare, jangan lupa untuk mengonsumsi cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. Jika Anda mengalami diare berat, Anda dapat mengonsumsi cairan elektrolit yang di jual di apotek untuk mengganti cairan tubuh Anda. Suplemen probiotik biasanya juga dapat membantu mengatasi diare akibat antibiotik.
4. Nyeri perut
Rasa tidak nyaman pada perut juga merupakan efek samping yang umum ditemui jika Anda mengonsumsi antibiotik. Gejalanya dapat berupa nyeri perut, mual, dan muntah. Sama seperti diare, Anda dapat mengonsumsi makanan terlebih dulu sebelum meminum obat ini untuk mencegahnya.
Untuk mengatasi gangguan pencernaan akibat amoxicillin, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang lunak dan mudah dicerna seperti sup atau biskuit. Anda juga dapat mengonsumsi obat anti mual jika gejalanya sangat mengganggu. Namun, jika Anda mengalami nyeri perut yang sangat hebat atau muntah serta BAB berdarah, Anda harus segera berkonsultasi pada dokter.
5. Nyeri kepala
Nyeri kepala sering dijumpai sebagai efek samping dari amoxicillin. Minumlah banyak air putih dan konsumsilah amoxicillin setelah makan untuk mencegahnya. Berolaharaga teratur, tidur yang cukup, dan menghindari stress juga dapat membantu. Anda juga dapat mengonsumsi obat nyeri kepala untuk memperingan gejala.
6. Pusing
Beri tahu dokter Anda mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi sebelum dokter meresepkan amoxicillin pada Anda. Untuk mencegah efek samping pusing, hindari meminum minuman beralkohol saat Anda mengonsumsi amoxicillin.
Ada baiknya Anda tidak menyetir dulu sebelum mengetahui efek amoxicillin bagi tubuh Anda. Jika Anda merasa pusing, duduk sebentar untuk melihat apakah pusing Anda mereda. Jika Anda ingin berbaring, posisikan kepala Anda tetap tinggi dengan bantal.
Pusing dapat menjad gejala dari anemia atau reaksi alergi. Jika Anda mengalami pusing yang hebat atau disertai dengan gejala sesak atau pembengkakan pada bibir, wajah atau lidah, maka ada kemungkinan Anda mengalami reaksi alergi. Segera cari pertolongan medis terdekat.
7. Sakit kuning
Jaundice atau sakit kuning dapat menjadi salah satu efek samping dari konsumsi amoxicillin. Hal ini terjadi karena amoxicillin dapat menyebabkan kerusakan hati. Biasanya efek samping ini terjadi jika antibiotik ini dikonsumsi bersamaan dengan klavulanat. Mengenali gejala awal yang menyertai seperti lelah, nafsu makan yang berkurang, dan muntah dapat membantu mencegah memburuknya efek samping. Segera berkonsultasi pada dokter jika Anda merasa menjadi kuning setelah mengonsumsi amoxicillin. Perlu diingat juga untuk tidak mengonsumsi obat ini jika Anda memiliki masalah di hati.
8. Kesulitan tidur
Anda dapat mengalami insomnia saat mengonsumsi amoxicillin. Insomnia dapat berupa kesulitan untuk tidur, terlalu cepat bangun, atau bahkan terbangung lebih sering di malam hari.
9. Masalah berkemih
Urin yang lebih gelap atau pekat dapat terjadi bila amoxicillin menyebabkan perubahan pada darah, fungsi ginjal, atau fungsi hati. Walau kerusakan ginjal sangat jarang disebabkan oleh penggunaan amoxicillin (sekitar 0.03%), namun apabila terjadi, hal ini dapat menjadi masalah yang serius.
Para penderita penyakit ginjal atau masalah ginjal lainnya dianjurkan untuk tidak mengonsumsi amoxicillin. Jika Anda, mengonsumsi obat ini, pastikan Anda meminum sesuai dengan dosis yang telah diberikan dokter dan jangan lupa untuk mengonsumsi banyak air putih.
Urin yang gelap atau pekat merupaka efek samping yang berat dari penggunaan amoxicliin, segera hubungi dokter jika Anda mengalaminya.
Selain warna dan kepekatan, konsumsi amoxicillin juga dapat menyebabkan terbentuknya kristal pada urin. Hal ini dapat menyebabkan nyeri saat Anda berkemih. Untuk mencegahnya, konsumsilah air putih dalam jumlah yang banyak selama Anda berada dalam pengobatan.
10. Perdarahan
Walau sangat jarang, amoxicillin dapat meningkatkan risiko perdarahan. Jika Anda mengalami perdarahan yang tidak normal atau memar tanpa sebab, segera hubungi dokter. Perdarahan tidak harus terjadi pada tempat terbuka yang terlihat dari luar, namun dapat juga terjadi di dalam seperti pada saluran cerna atau otak. Untuk mencegahnya, beritahukan dokter jika Anda sedang mengonsumsi pengencer darah atau anti-koagulan sebelum dokter meresepkan amoxicillin.
11. Kelelahan yang parah
Jika Anda mengalami kelelahan yang parah, bisa jadi Anda mengalami efek samping yang serius dari amoxicillin. Efek samping ini sangatlah jarang, oleh karena itu Anda harus segera menghubungi dokter. Hal ini dapat terjadi jika sistem saraf Anda terkena.
Jika Anda hanya merasakan kelelahan ringan, cobalah untuk tidur atau beristirahat. Merasa lelah saat meminum amoxicillin untuk melawan infeksi adalah hal yang wajar. Akan tetapi, jika Anda mengalami kelelahan berlebih hingga merasa sangat lemas, pingsan, atau mengalami kesulitan untuk tetap sadar, segera hubungi dokter.
The post Waspada 11 Efek Samping Amoxicillin yang Mungkin Terjadi appeared first on Hello Sehat.
http://ift.tt/eA8V8J
from Hello Sehat http://ift.tt/2ksphp0
via Obat Penumbuh Rambut